Jumat, 21 September 2012

Perjalananku Selama 3 Tahun


Hari ini adalah hari dimana kami dikumpulkan semua di aula kampus, baik itu Keperawatan maupun Kebidanan. Hari dimana setiap mahasiswa menantikan peristiwa ini. Ya, hari ini adalah hari dimana kami di Yudisiumkan. Yap, hari dimana nama kamu dipanggil oleh Kapala Program Studi (Kepala Dekan) satu persatu. Ya, itulah hari Saya mengalaminya. Setelah perjalanan panjang, kuliah dari semester 1 sampai 6, masuk Rumah Sakit Umum, Rumah Sakit Jiwa maupun Puskesmas. Itulah perjalanan kami kuliah.

Kembali ke belakang.

            Setelah tamat SMA bingung ma nyambung kemana. Jalur Undangan ke USU pun ku ambil, tetapi belum rezeki. Jalur UMB (Ujian Masuk Bersama) di USU pun ku ikuti, tapi belum rezeki juga. Setelah itu, kucoba mendafkar diri di Program Studi Keperawatan Kota Langsa Program Keperawatan. Administrasi sudah beres, dan ujian juga telah kujalani, namun belum tau hasilnya. Saya juga mendaftar diri di Universitas Samudra Langsa (Unsam Langsa) dengan mengambil FSayaltas Pertanian (Agroteknologi), senadainya tidak menjadi perawat, bisa lah bertani. Itu harapanku. Setelah hari dinanti-nanti, pengumuman hasil di Program Studi Keperawatan Kota Langsa keluar di Koran Serambi. Alhamdulillah, namSaya berada di urutan pertama kelas reguler. Ini mungkin jalan Allah yang telah ditakdirkan untuk hidupku. Mungkin Allah telah menset Saya untuk menjadi petugas kesehatan yang dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf kesehatannya.

            Sampailah waktu dimana saya harus menjalani PPSM (Pengenalan Program Studi Mahasiswa) yang istilah kerennya ospek. Ospek momok yang menakutkan bagi mahasiswa baru. Walaupun kami diospek hanya 3 hari, tapi serasa sebulan. Bayangkan saja, kami diospek dari pukul 5.00 (setelah shalat subuh) sampai pukul 18.00. Dimarahin, dikerjain, disuruh nyanyi, buat yel-yel, pengarahan dari dosen, pengarahan dari kakak senior. Atribut ospek kami betul-betul aneh. Baju putih dan celana hitam, dasi petai 7 buah satu renteng (kalo lebih suruh makan), kacamata berbentuk 2009, kalong bawang putih dengan berat 7,4 Ons (aneh-aneh aja), tali pinggang dari sumbu kompor dengan warna kelompok (warna kelompok saya warna hitam), air aqua besar digantung di pinggang, kaleng fanta diisi kelereng 3 buah dan di gantung di pingnga kanan (macam badut), kaos kaki sebelah kanan putihm dan sebelah kiri warna kelompok, rambut 1 sisir (macam tentara gak jadi). Tapi tetap  keren kami memakainya. Aduch capek. Pulang jam 18.00 dan harus belanja untuk dibawa pada besok hari. Belanja hujan-hujan, atributnya yang di bawa tuk besok pun ntah apa-apa, fanta rasa jengkol, indomie rasa kari unta, ubi 3 rasa bentuk (dibakar, direbus, dan digoreng dalam 1 ubi, bayangkan gimana buatnya), buah jeruk dengan berat 2,3 Ons, kacang hijau 2009 butir (siapa yang mau hitung), dan banyak lagi. Tapi semua kami jalani dengan jengkel tetapi berakhir dengan senyum. Ya tersenyum saat mengenang kembali masa ospek bersama teman-teman kampus.

            Waktu kuliah pun kujalani, mulai dari semester 1 sampai semester 6. Suka duka sebagai mahasiswa kujalani. Menjadi mahasiswa tidak lah sudah dan tidak juga gampang. Kadang-kadang dosennya telat datang, janji jam sekian datang jam sekian bahkan sampai-sampai dengan mudahnya mengatakan saya sibuk, maaf. Yah, itu hanya sebagian kecil cerita sebagai mahasiswa. Sampai-sampai dosen akrab saya bilang, yang betul aja salah dimata dosen apalagi yang salah. Ya, itu fakta yang ada dilapangan, bukan hanya retorika belaka. Dinas di Rumah Sakit Umum Daerah Langsa juga kujalani, mulai dari masuk Kelas III, kelas II, Ruang VIP, ruang ICU, ruang ICCU, UGD bahkan ruang Operasi. Terjun langsung ke masyarakat, melihat kondisi lingkungan masyarakat dan sampai melSayakan Promosi Kesehatan di depan masyarakat banyak. Ya, itu hanya sebagian kecil perjalanan kuliah saya. Dukanya juga banyak, mulai sampai pernah “hampir muntah” melihat darah (biasanya tidak pernah muntah, coz saat dinas tidak sempat makan), membantu pasien BAB dengan Huknah (memasukkan cairan ke dalam anus pasien sampai pasien terasa ingin BAB), memasang kateter (selang untuk BAK, biasanya dipasang untuk pasien  PO operasi yng belum bisa jalan) sampai urine pasien itu menyemprot mengenai seragam putih saya, menyisisr rambut pasien, membersihkan luka DM (Diabetes Melitus/ penyakit kencing manis) yang aromanya sangat menyengat (maaf bau sekali), jaga malam sambil berbincang dengan pasien (pasiennya yang tidak bisa tidur), memandikan bayi, membantu pasien ke kamar mandi, dan masih banyak lagi. Sebenarnya ini buka duka, tetapi suka. Saya melakukan semua ini dengan ikhlas dan berharap dapat berharap semoga saya bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi mereka terkhusus ibu saya. Karena ibu saya orang yang sangat special di muka bumi ini.

            Jujur, jadi mahasiswa itu asyik. Kita banyak memiliki teman dan banyak kenalan. Apalagi waktu saya masih di asrama. Semua serasa menjadi satu. Ya menjadi satu. Kita satu tempat mandi, satu atap, dan pastinya satu dapur. Pembohong yang mengatakan di asrama itu tidak enak. Bayangkan saja, hanya di asrama kita dapat mandi bareng dengan teman sejenis tentunya. Satu kamar mandi dimandikan lebih dari 10 orang. Saya rasa ini hanya ada di asrama. Menonton tv secara bersama-sama (seperti nonton bioskop), dan makan bersama di dapur asrama, sampai-sampai bermain bola di lapangan asrama di malam hari tanpa penerangan. Ya, itu hanya terjadi di sana. Semua suku dan daerah bersatu dengan berbagai karakter dan sifat masing-masing. Ada yang baik, pelit, sok bersih, sok jijik dan lain-lain. Setelah dalam waktu yang cukup semua karakter itu berubah menjadi SATU. Tidak ada lagi rasa itu, yang ada rasa kebersamaan. Tetapi kebersamaan kami di asrama hanya terjadi 1,5 tahun, selebihnya kami berpisah. Kami dikeluarkan secara “tidak hormat”. Tetapi kenangan itu akan tetap kami ingat, terutama di Barak C. Barak terjorok dibandingkan barak-barak lain. Sampai-sampai Pak Shol (Kepala Prodi Kami) jatuh di kamar mandi kami, sakingkan ‘bersihnya’ kamar mandi kami. Itulah mengapa barak C barak ‘terindah’ yang selalu saya ingat di dalam perjalanan hidup saya di dunia akademika saya.

Sekarang..

            Itulah sekelumit perjalanan saya di Program Studi Keperawatan Kota Langsa, asyik, penuh kenangan bersama teman-teman terbaik, penuh warna dalam menggapai “Mimpi yang Sempurna”. Menggapai harapan orang tua, abang, kakak, adik, dan masyarakat.

            Alhamdulillah, yudisium itu dimulai pukul 9.30 dan berakhir pukul 11.30. Saya memang bukan yang terbaik, saya hanya berada diurutan keempat saat yudisium itu, tetapi alhamdulillah. Saya tetap bersyukur  dengan apa yang saya raih itu. Dan secara resmi, nama saya mendapat embel-embel Amd.Kep di belakang nama saya. Saya manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang  saya miliki sekarang, insyallah saya akan melanjutkan jenjang akademik saya sampai S2. Saya yakin dapat meraihnya di kemudian hari kelak. Tidak cukup hanya sampai disini, bahkan sampai tingkat doktoral. Aamiin. Saya percaya Allah maha berkehendak. Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk saya dan juga untuk keluarga saya. Saya meyakini itu.

            Tanggal 29 September 2012 adalah hari wisuda kami. Semoga wisuda saya nanti sukses dan lancar. Tunggu saya di Ruang Auditorium Unsyiah dengan memakai Toga.

Keep Spirit Amir, tetaplah berjuang Hamba Allah.
Semoga kesuksesan selalu menyertaimu.
Bahagiakan orang tua, dan keluarga ya :)
Semoga bermanfaat bagi masyarakat banyak..
Aamiin :)


Tarian Saman

Eksis dulu setelah membantu proses Operasi pasien :)

Dimana-mana harus eksis :)

Bersama sahabat saat di Asrama

Acara Maulid Nabi Muhammad 1432 H

Anak Kost itu semua serba sendiri

Si Batak dan Si Aceh

Perawat :)

Belajar di Lab

Belajar di Lab II (bersalin)

Belajar di Lab II (Bersalin)

Belajar di Lab IV (Bersalin)




Campur suku bangsa

Dinas Di RSJ Banda Aceh

My Dosen

Me dan Izal

Alumnus Saman

Abes Gotong Royong,,, Eksis :)

Saat HKN ke-45 di Stadion Kota Langsa tahun 2010

Me dan Orang Amerika

Acara Isra' Mi'raj at Kampus

Kakak Senior

Latihan Saman

KKL Terpadu tahun 2012

Belajar :)

Teman selama 3 tahun dan selamanya

Kita adalah satu


Tingkat I angkatan ke-10

Sertijab Pak Alfian

Seminar Sehari Perawatan Luka diabetes Melitus :)

Saat Ospek tahun 2009 di Program Studi Keperawatan Kota Langsa bersama Syahril Ardiansyah



Dinas do OK RSCM

Pria-pria tampan
Foto bersama pasien di RSJ Banda Aceh

Senin, 03 September 2012

<< Anakku >>


Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya,bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu.

Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami. Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru. Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku. Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.

Anakku...
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?

Anakku..
Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku...
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku...

Anakku...
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..
Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, "Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri".

Anakku...
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayang dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ..... Ingatlah.... Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : "Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil".

Anakku...
Pandanglah masa teladan dalm Islam, masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.
Sumber : Inspirasi Pagi

Minggu, 02 September 2012

Perawat, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Sesungguhnya..

This is My Profession !



Perawat... Lebih merakyat :)

Sudah sejak zaman pra kemerdekaan, peran perawat sangat besar. Apalagi saat itu jumlah dan jenis tenaga kesehatan sangat terbatas. Kalau kita mau belajar sejarah, bertanya pada orang tua kita, membuka mata kita dan membuka hati kita, maka akan kita temukan mutiara yang indah dalah sejarah perawat. Sampai saat ini mutiara itu masih ada.

Kalau mau dikaji, berikut ini data dan fakta dilapangan yang didapat dari sejarah masa lalu:

1. Perawat bekerja 24 jam non stop, untuk melayani pasien apapun, dimanapun, kondisi apapun, tarif berapun. Meskipun sering dimusuhi, tetap saja melayani masyarakat.

2. Perawat dapat bekerja dalam situasi apapun, baik dalam sedih, susah, sengsara, uang sedikit atau yang lainnya.

3. Perawat ditugaskan menjadi profesi macam-macam. Kadang sebagai dokter : harus mengobati orang, suntik, operasi kecil, dan semua tugas dokter dikerjakan.

4. Perawat juga ditugaskan sebagai kepala puskesmas atau pustu, mengatur, mengelola, melaksanakan program, dipaksa bekerja,dll.

5. Perawat juga ditugaskan sebagai petugas imunisasi, nyuntik balita.

6. Perawat ditugaskan memberikan penyuluhan, pencerahan kesehatan.

7. Perawat juga disuruh membuat laporan kesehatan, mengelola administrasi kesehatan, dll.

Perawat juga disuruh menolong orang mau melahirkan, disuruh operasi kecil, memasang infus, dan menyelamatkan jiwa pasien. Itu hanya sebagian kisah kebesaran Perawat. Coba tanya kepada Bapak Presiden atau bapak menteri yang berasal dari daerah, sewaktu bayi atau kecil, siapa yang mengobati atau nyuntik, atau merawat, jawabannya kakek neneknya sebagian besar tentu perawat.

Saat ini, setelah mengalami kemajuan hebat secara ekonomi, Bangsa Indonesia melupakan pahlawan ini, mutiara ini. Selain di kriminalkan, dipenjara, dikejar kejar, dimusuhi, baik oleh instansi atau oleh profesi kesehatan lainnya. Sudahkan kita melihat dunia ini lebih adil dan beradab, apakah ilmu kita sudah tinggi, atau karena kita merasa paling berjasa ?

Pahlawan tanpa tanda jasa adalah pahlawan yang tidak hanya pintar bicara, pintar demo, pintar membuat undang undang yang menguntungkan diri sendiri, pandai membuat SPJ palsu, pandai diplomasi, kompak. Pahlawan tanpa tanda jasa adalah pahlawan yang bekerja atas dasar nurani, mengorbankan diri untuk melayani dan memperjuangkan orang banyak. Bukan pahlawan yang hanya melihat gaji dan tunjangan saja.

Perawat adalah salah satu pahlawan tanpa tanda jasa itu. Kalau bangsa ini tidak memberikan hal yang terbaik bagi pahlawan ini, Tuhan punya kuasa untuk melaksanakan hukum alamnya. Penyakit dan keruntuhan moral akan menjangkiti para penikmat hak pahlawan ini.


Tetapi, lihat kaca mata ini jangan hanya dari kota besar, lihatlah di pelosok desa atau pegunungan. Jangan lihat sekarang saja.

Saat Dinas :)

Amir Al-Jundi 
@Amirjundi
 

Kamis, 16 Agustus 2012

Persahabatan Itu Indah

Foto ini diambiL tanggaL 1 Desember 2010 saat di Asrama Depkes Langsa
dari kiri ke kanan, Siswo, Suyet, Syafitra, Gazhali, Amir, Syahril, Izal dan Iswari.


Foto ini diambiL 28 Mei 2011  ketika mengikuti Seminar Perawatan Luka dengan Tekhnik Kelembaban, bersama Amir, Nasrul dan Bambang di StiKes Cut Nyak Dhien Langsa.





Foto ini diambiL pada 23 Januari 2012 Reuni Alumi SMPN 2 Karang Tahun tahun 2003
di Lapangan Golf Rantau, bersama Amir, Gunaidi, Arief, Erna, Evi, Fitri, Devi, Nissa', Nurliana, Sumadi,
karis, Reza, Safari, Irwan, Nurmalinda dll.


Foto ini diambiL pada 23 Januari 2012 Reuni Alumi SMPN 2 Karang Tahun tahun 2003
di Lapangan Golf Rantau, bersama (dari kiri kekanan) Irwan, Amir, Safari, dan Devi.


Foto ini diambil tanggal 11 Agustus 2012 saat Acara buka puasa  Alumni SMAN 1 Karang Baru tahun 2009 di Ayam Penyet Pak Ulis, walaupun saya tak kebagian ayam Penyet tapi seru. Rame yang datang. (Buka di Djogja makan di Tania :D)


Foto ini diambil tanggal 11 Agustus 2012 saat Acara buka puasa  Alumni SMAN 1 Karang Baru tahun 2009 di Ayam Penyet Pak Ulis, walaupun saya tak kebagian ayam Penyet tapi seru. Rame yang datang. (Buka di Djogja makan di Tania :D)


 Foto ini diambil pada 5 Mei 2009 pada Acara Perpisahan SMAN 1 Karang Baru tahun 2009, bersama
Nisa, Hestriani, Kiki, Maidar, Silvi, Amir, Ayi, dan Reza.


 Foto ini diambil pada 16 Mei 2012 saat Acara Penyampaian Masalah Kesehatan di Desa Alue Pinang dalam rangka Praktek Belajar Lapangan Program Studi Keperawatan Kota Langsa tahun 2012.
Bersama Amir, Andrian, Ajuanda, Iswari, Reza dan Muhdi)

Foto ini diambil saat malam Menjelang UN 2009 tanggal 27 Juni 2009 di Rumah Abi.
ini adalah Mafia UN (hahahahah tahun 2009)
Bersama Indra, Aza, Abi, Rovin, Mulkan, Bendut, Amir, dan Reza)


 Foto ini diambil pada 2 Mei 2012, saat menjelang pembuatan KTI (belanja buku)
bersama Vivi, Syharil, Riski, Amir dan Tika)

Foto ini diambil tanggal 6 November 2010 saat Hari Kesehatan Nasional yang ke-46 dengan beraneka perlombaan seperti Joget Keren, Lompat Karung, Tarik Tambang dll di adakan di Stadion Langsa.
bersama Amir, Yusuf, Aries, dan Said












Foto ini diambil pada tanggal 19 Desember 2009.
Angkatan ke-10 Program Studi Keperawatan Kota Langsa.
Bersama Faisal, Dani, Reza, Feri, Dayat, Rudi, Putra
Dio, Theri, Izal, Ilham, AB, Amir, dan Zulkarnain.

Rabu, 15 Agustus 2012

Me and Friend :)














CINTA ITU BUKAN LEBIH BAIK ATAU BURUK









Rabu, 15 Agustus 2012
Pukul 02.01 Wib

            Kuawali cerita ini dengan Cinta. Ya cinta. Munkin semua orang pasti  memiliki cinta. Aku pun tak tau definisi yang tepat tentang cinta. Menurut ku cinta itu adalah rasa yang sulit dedefinisikan dengan kata, namun dapat kita lakukan dengan perbuatan, bukti kita cinta kepadanya.

            Aku malam ini tak bisa tidur, mungkin karena aku tadi udah tidur siang. Padahal dari pagi sampai sore sudah lelah bekerja membantu Tulang (Sebutan wawak untuk orang batak). Ya, aku ini orang batak, ayah bermarga Simbolon, dan Ibu berrmarga Harahap (Koq bahas marga sich, :D). Karena kami baru saja pindah ke rumah baru. Kami baru tinggal dirumah baru ini baru sekitar 7 hari, walaupun semua barang-barang belum tertata rapi (hehehehe :D)

            Yups, kita kembali ke topic yaitu CINTA. Tadi sepulang shalat isya dan Taraweh sekitar jam 10.30 aku ke Tania (CafĂ©) bersama kawan-kawan. Itu tempat kami nongkrong dan bertukar pendapat. Sambil minum segelas copimix susu. Tiba-tiba sikawan Tanya tentang Cinta, hahahah :D. Biasalah kami kalo ngobrol topiknya meluas entah kemana-kemana. Biasanya juga tentang cinta sich. Mir, “kau manggil Putri apa ?” Indra tanya. Ya aku jawab “Joyeq”. “Pernah gak kau tanya dia suka kau dari apanya”, Indra tanya kembali. Aku jawab, “Aku bilang pernah”. “Dia jawab apa”, tanyanya kembali. Terus aku menjawab, “dia bilang gak tau, pastinya dia bilang aku itu baik, pengrtian, dan entah apalagi aku pun lupa (itupun mungkin dia jawab seperti itu, karena aku pun lupa #gubrakkkk :D)

            “Usia dia berapa sekarang?”, tanya Indra lagi. Aku jawab “twenty one”. “Kau berapa?” tanyanya lagi. “Aku twenty one juga”, jawabku. Indra kasih komentar. “Mir, kau harus hati-hati saat usia dia nanti 23th. Karena saat usia dia udah segitu, dia akan mulai hati-hati untuk serius dengan kau Mir. Cinta itu labil bukan statis. Perasaan bisa  berubah hanya dengan hitungan detik. Seseorang pasti ingin mencari sosok yang terbaik untuk diseriusi, apalgi untuk dijadikan pasangan hidup. Pernyataan Indra membuatku berpikir, aku diam beberapa menit. Mungkin Indra benar. “Jika dia memang jodoh aku, dia akan sabar dan bertahan sampai aku melamarnya” itu kubilang pada Indra (harus optimis), dan jika dia memilih ‘orang lain’, apa boleh buat, itu pilihan dia. 

            Menurut aku cinta itu bukan LEBIH BAIK atau LEBIH BURUK, ya itu menurut aku cinta bukan itu. Jika cinta karena kecantikan atau ketampanan, pada suatu saat kecantikan atau ketampanan akan hilang di telan waktu, apakah cinta itu akan luntur pula ?  Jika cinta karena harta, suatu saat harta akan hilang atau habis, apakah setelah harta habis, cinta juga akan habis ?. Jika cinta karena jabatan, suatu saat jabatan akan jatuh atau hilang, apakah cinta juga turut hilang bersama jabatan ?. 

            Tapi, Jika cinta karena hati, aku meyakini inilah namanya CINTA sesungguhnya. Cinta yang lahir dari hati, akan kekal abadi. Hanya kematian yang dapat memisahkan cinta itu. Dia tidak melihat cinta dari fisik, harta, jabatan, dan apalah namanya.

            Aku meyakini cinta akan indah pada waktunya. Jodoh sudah diatur oleh Tuhan, kita hanya berusaha mencari jodoh yang terbaik. Ya terbaik menurut Tuhan pastinya.

            Aku ingat pesan Ibu, “Perlakukanlah istrimu nanti dengan baik nak, jangan berbuat kasar padanya, bahagiakan istrimu kelak”. Pesan ini akan selalu kuingat Ibu. Aku berjanji pada diriku sendiri aku akan menjadi Imam yang mengimami istri dan anakku kelak.

Selesai.
02.45 Wib.