Rabu, 15 Januari 2014

Ayah... I Love You

Ayah...
Hari ini kita melakukan sesuatu yang sangat luar biasa. Aku menyadari betapa tulus engkau mencintai dan menyayangi anak-anakmu. Ayah, perjuanganmu untuk menafkahi anak-anakmu ini, sungguh sangat luar biasa.

Ayah...
Aku melihat engkau mengangkat beban yang berat di pundakmu yang jaraknya cukup jauh, dengan jalan yang terjal, naik dan menurun, namun engkau tetap saja tenang dalam tanggup jawab. Sedang aku, hanya mengangkat beban yang beberapa kilo saja sudah ngeluh dan capek.

Ayah...
Aku menyayangimu dengan segenap hati ini. Aku selalu bedo'a semoga ayah bahagia dunia dan akhirat.

Ayah...
Aku berjanji   akan membahagiakanmu dengan segenap dan sekuat raga ini.

Allah...
Beri aku kekuatan untuk membahagiakan Ayah, ibu, keluarga, orang-orang di sekitar dan ummat.

Repost Rabu, 21 Agustus 2013
00.45 WIB
In Ruang Cut Mutia RSUD Aceh Tamiang.


Amir 'Sang Pemimpi'

Emak dan Ayah
(Pintu Surga)

Mempercepat Terwujudnya Impian



  1. Bayangkan impian itu, kemudian seolah-olah itu terjadi. Teruslah berpura-pura sampai benar-benar terjadi.
  2. Tetapkan kapan impian itu akan terjadi dan perjelas semua.
  3. Lakukan ini berulang-ulang, dan lebih banyak lagi.
  4. Positifkan kata-kata, lalu batinkan kata-kata itu.
  5. Terapkan 7Y, yakin, yakin, yakin, yakin, yakin, yakin, dan yakin.
  6. Pantaskan diri.

Minggu, 15 September 2013
Di Kamar tercinta, Untuk meraih Mimpi membahagiakan emak dan ayah dan saudara serta ummat.

*Aku selalu yakin, setiap impian itu PASTI PASTI terwujud.



Rabu, 08 Januari 2014

Akulah Sang Pemimpi



Pencapaian yang saya raih hari adalah hasil dari action-action masa lalu + do'a dari orang tua dan orang-orang di sekitar saya. Saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua, terkhusus ibu saya.

Flash back masa lalu.
Saya lahir dari keluarga sederhana dan bisa dibilang terbelakang. Saya lahir di suatu daerah  bernama aek toras berkabupaten Tapanuli Selatan 22 tahun yang lalu. Pekerjaan ayah saya dulu adalah deres pokok rambung. Rambung ayah saya dikampung memang luas, namun masa depan suram di sana. Saya katakan suram karena di sana jauh dari pusat kota. Kebanyakan anak laki-laki di sana putus sekolah dan menderes rambung, dan wanitanya kebanyakan nikah muda.

Kehidupan itulah yang terus kami jalani. Sampai suatu hari ibu mengambil ide gila. Ibu memutuskan untuk hijrah dari sini ke Aceh. Saudara ibu sudah banyak yang tinggal di Aceh. Yah, dan kami pun pindah dari sini ke Aceh. Saat pindah ke Aceh, usia saya baru 2 tahun. Di sinilah perjuangan ibu saya dimulai.

Ibu sudah mengerjakan apapub pekerjaan demi kami anak-anaknya.

Saya pun tumbuh besar dan bersekolah. Saya sangat ingat, saat pertama kali masuk sekolah dasar (SD), saya datang seorang diri tanpa orang tua. Sedangkan anak yang lain datang bersama orang tuanya. Seorang anak yang berusia 6 tahun pergi sendirian tanpa tahu apapun. Saat itu saya sangat sedih, dan saya ingat pesan ibu, "Baik-baik di sekolah ya Nak". Saat itu ibu saya harus bekerja dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Saya duduk di bangku nomor dua dari depan dan duduk seorang diri.

Saat itu saya mengenakan baju baru, sepatu baru dan tas bekas yang diberikan saudara saya. Tas saya pertama sekolah. Mereka lebih beruntung bisa ditemani ibunya dan memakai serba baru. Disinilah mungkin awal kekuatan mental baja saya.

Alhamdulillah, setelah berjalan Cawu I dan pembagian raport dimulai. Nama saya dipanggil ke depan dan mendapat peringkat 5 dari 38 siswa. Saat itu saya mengalahkan anak yang pernah TK dan TPA. Dan terus berlanjut Cawu II mendapat peringkat IV dan Cawu III mendapat peringkat III di kelas 1 SD. Dan puncaknya saya mendapat peringkat I pada kelas IV mengalahkan anak guru dan anak yang lain. Alhamdulillah, Allah lebihkan saya dari lainnya.

Di SMP dan SMA saya juga salah satu siswa berprestasi dan mendapat beasiswa, puncaknya saya mendapat peringkat pertama Olimpiade Komputer di tingkat Kabupaten Aceh Tamiang, dan mewakili Aceh Tamiang berkompetisi di tingkat propinsi walaupun belum membuahkan hasil. Itu pertama kali saya ke ibu kota propinsi Banda Aceh. Saat itu saya kelas II IPA 1 SMAN 1 Karang Baru. Dan sampailah saya ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT). Awal masuk di PT Akper Depkes Langsa, saya sempat dijengkalin oleh paman saya sendiri bernama Tulang Erlis, dia mengatakan kepada saya, "Apakah sanggup ibumu menyekulahkanmu di Akper, anak aku aja sekolah di MUQ aja pontang-panting". Cerita ini saya sampaikan kepada ibu saya, dan ibu saya bertanya balik kepada saya dan saya katakan, "Kita jalani aja dulu mak, kalo mamak tidak sanggup Amir berhenti". Itu saya katakan pada emak.

Dan Alhamdulillah iuran pertama Rp 3.500.000,- ibu sanggup melunasinya dan mampu menyelesaikan pembayaran semuanya sampai saya selesai. Di kampus, alhamdulillah, saya merupakan salah satu mahasiswa berprestasi dan mendapat beasiswa. Sebuah laptop baru, sepeda motor bahkan sebagian kecil pembangunan rumah itu berasal dari uang 'beasiswa' itu, dan juga membantu biaya kuliah bang Abdul dan Kak Hayati.

Alhamdulillah, saya di wisuda tanggal 29 September 2012 di Banda Aceh di saksikan orang tua, kakak, dan orang-orang yang saya sayangi. Saya selesai dengan IPK 3.44 (peringkat 4 di Depkes Langsa). Alhamdulillah.

Setelai saya selesai kuliah, saya dan teman saya Suyet Hariadi melamar pekerjaan di RSUD Aceh Tamiang, RSUD Langsa, RS Cut Mutia PTP Langsa, RSUD Idi Aceh Timur, dan RS Swasta Di Idi Aceh Timur. Setelah sebulan, alhamdulillah saya dan Suyet di panggil untuk bekerja di sana, tepatnya bulan Oktober 2012. Setelah 2.5 bulan orientasi, saya di tetapkan untuk berdinas di ruang Cut Mutia dengan kepala Ruangan Kak Ijah tertanggal 14 Januari 2013. Hampir genap setahun saya di sana.

Kemudian dengan informasi, ada pembukaan CPNS di Pemprov Aceh, dan saya mendaftar. Ujian tanggal 3 Nopember 2013 di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh. Di Stadion terasa penuh sesak dengan total pendaftar kurang lebih 17.800 orang dengan memperebutkan kurang lebih 150 kursi CPNS.

Alhamdulillah, tanggal 24 Desember 2013 kemarin pengumuman, dan Alhamdulillah saya lulus dengan peringkat ke 19 formasi D III Keperawatan. Usia 22 tahun lulus CPNS. Alhamdulillah.

Ini merupakan awal mimpi saya. Ya awal mimpi saya. Masih banyak mimpi-mimpi yang akan saya wujudkan bersama pintu surga saya. Yap betul ibu dan ayah saya. Biarkan mereka mengatakan saya GILA. Kenyataannya saya memang gila. GILA IMPIAN.

Saya Amiruddin "Sang Pemimpi"


Medang Ara, 7 Januari 2013
14.05 WIB.






Jumat, 16 Agustus 2013

Ibu, teruslah maju dalam sabar ..



Hari ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga bagi hidup saya, yaitu pelajaran tentang arti ketabahan, kesabaran dan ikhlas. Tadi saat saya dinas siang (saya perawat di RSUD Aceh Tamiang) saya mengobrol-ngobrol dengan pasien saya yang bernama Ny. Sawiyah. Ny. Sawiyah baru masuk tadi pagi, dan anjuran dokter untuk di foto rontgen polos abdomen. Beliau mengatakan sejak satu bulan yang lalu merasa sakit di sekitar perut kiri, perut kanan dan pusat. Saat saya mengantar ke radiologi untuk foto rontgen polos abdomen, saya banyak mengobrol dengan ibu. Saya bertanya seputar penyakit beliau, mulai kapan sakitnya, dibagian mana sakitnya, nyerinya gimana, buang air kecilnya bagaimana dan masih banyak lagi hal yang kami obrolkan, sambil menunggu hasil foto rontgen Ny. Sawiyah. Terjadi obrolan yang menarik, sampai ibu mengatakan, "dek, ibu ini bukan tipe orang yang cengeng, penyakit ibu ini udah ibu rasakan sejak satu bulan yang lalu". "Adek mungkin gak percaya kalau suami ibu sakit stroke selama 22 tahun", kata ibu. Saya terkejut, lama sekali suami ibu sakitnya. Saya saja saat ini udah berusia 22 tahun, hah sebaya denan saya penyakit yang diderita suami ibu itu. Ibu itu juga mengatakan, beliau sudah membawa suaminya kemana saja, ke Medan saja beliau bilang berobat dengan ahli stroke no 2 Indonesia, ahli saraf terbaik di Kota Medan, dan kontrol dengan dr. Aswir Aboet, Sp.PD dengan RSUD Langsa. Ibu itu juga bilang, mungkin udah milyaran yang ibu keluarkan untuk biaya berobat suaminya. Ibu juga bilang, sampai menjual rumah beliau untuk biaya pengobatan sang suami. Namun, apa daya semua usaha yang dilakukan belum menuai hasil dan sang suami juga belum juga sembuh.

Saya memberi nasihat ibu itu, saya bilang ibu, biarpun Ibu berobat ke Amerika sekalipun kalo Allah belum berkehendak, pasti tidak sembuh. Ibu harus sabar ya, ini ujian dari Allah untuk ibu. Pasti ada hikmah dibalik ini bu. Mungkin Allah tidak membalas semua kesabaan ibu di dunia, namun Allah pasti membalas kesabaran ibu kelak di Akhirat.

Saya sangat takjub melihat kesabaran, dan ketabahan ibu dan anak-anaknya. Mereka sangat begitu sabar dalam merawat suami dan anak-anaknya.

Saya berdo'a,., semoga Allah memberikan kesembuhan kepada Ibu dan suami Ibu.

Semangat Bu :)

Rabu, 29 Mei 2013

Impian SAYA


Beranilah bermimpi besar 
Karena dengan mimpi
Matahari yang besar dan panas itu dapat kau genggam

Ingatlah pula bahwa mimpi itu adalah harapan
Maka bangkitlah selalu
Karena harapan itupun selalu ada



Saya AMIRUDDIN SIMBOLON Memiliki impian yang akan saya wujudkan menjadi nyata, Mulai hari ini Rabu, 29 Mei 2013 pukul 23.16 WIB.




Inilah jalan yang telah saya lalui, sudah setengah jalan. Mau kembali udah tidak mungkin, dan harus dijalani. Aku meyakini semua impian ini pasti bisa aku wujudkan. Allah bersama ku di setiap hariku. Allah, kuatkan Aku untuk mewujudkan impian ini.



TAKE ACTION

30 Mei 2013

Amiruddin Simbolon Sang Pemimpi


Saksi : Laptop, Modem, Mouse dan seisi kamar ini dan tentunya Allah SWT.

Selasa, 28 Mei 2013

Akan Terus Kusimpan Kenangan Itu

:)

Pesan dari Abangku Terhebat Di Dunia, "Ada seorang anak, ia akan menjadi seorang anak yang selalu menjadi kebanggaankedua orang tuanya. Ketika ia ada, ia akan menjadi penyejuk untuk keduanya. Dan jika dia tiada, ia akan dirindukan dan selalu ditanyakan kemana ia pergi dan kapan akan kembali. Bisakan kita   seperti itu adekku ??

Oh bang, betapa rindunya hati ini kepadamu. Aku ingin mengulang masa kecil kita dulu. Aku ingin kembali ke masa itu. Ketika itu kita bermain kelereng bersama, bermain gambar, sholat berjama'ah, mengangkat air bersama, menggosok buah saoh, beternak ayam, masak bersama, dan masih banyak hal yang kita pernah lakukan bersama. Aku rindu kebersamaan ini kembali.

Oh bang, kita harus dapat bahagiakan kedua orang tua kita. Anak ayah dan mama 6, dan kita memiliki kedua orang tua. Apakah kita tidak mampu membahagiakan kedua bidadari kita ?? Aku yakin kita pasti bisa lakukankannya. Aku ingin di tahun 2020 nanti Ayah, Mama, dan abang bisa berhaji bersama. Harus bang !!. Aku akan menabung untuk terwujudnya impian itu.

Kedua Bidadariku

28052013 23:53
In my room

I M P I A N S A Y A

Saya akui saya memang orang yang aneh. Saya berpikir bagaimana semua yang saya hadapi mudah saya jalani dan saya nikmati. Dari dahulu sejak saya SMA saya banyak mempunyai impian. Dan alhamdulillah, apa yang saya impikan itu lambat laun saya dapatkan, dengan kerja keras dan ikhtiar pastinya.

Beberapa impian yang saya ingat diantara adalah :


  1. Dahulu saat SMA saya mempunyai kesempatan pertama ikut olimpide Komputer mewakili SMA saya. Saat itu saya masih di kelas pertama. Alhamdulillah, di kelas 1 SMA saya dikenal dulu karena keaktifan saya di kelas. Karena saya ditunjuk mewakili SMAN 1 Karang Baru untuk berkompetisi antar SMA di Aceh Tamiang. Alhamdulillah, di tahun pertama saya gagal mendapatkan peringkat 1, 2, atau 3. Karena peringkat 1, 2, dan 3 akan di bawa ke Banda Aceh untuk berkompetisi di tingkat Propinsi. Alhamdulillah, di kelas 2, saya mendapat kesempatan yang sama yaitu ikut bersaing di Olimpiade komputer di tingkat Kabupaten se Aceh Tamiang. Dalam kesempatan yang kedua ini saya lebih giat belajar dan berlatih soal-soal. Oliampiade komputer soalnya mengenai logika dan pascal. Jujur saya pusing dengan soal-soal yang diberikan kepada saya. Hari itupun tiba, saya dan rekan-rekan yang lain-lain ke SKB Karang Baru untuk berkompetisi disana. Saya di hadapkan dengan 100 Soal dalam waktu 3 Jam. Waktu 3 jam serasa kurang karena soal-soal yang saya bilang sulit. Setelah kompetisi selesai. Pengumuman akan di umumkan bulan depan. di waktu menunggu pengumuman, saya berdo'a kepada Allah semoga bisa ke Banda Aceh (Saya belum pernah ke Banda Aceh). Alhamdulillah, setelah waktu-waktu yang ditunggu-tunggu, pengumuman pun di bacakan. Alhamdulillah saya mendapat peringkat 1 Olimpiade komputer tingkat Kabupaten Aceh Tamiang di tahun 2007. Sebuah pencapaian yang luar biasa dalam karir akademik saya di SMA. Dan Saya pun berangkat Ke Banda Aceh bersama 3 orang Rekan saya di SMAN 1 Karang baru. Pesan : Jika kita berjuang dan berdo'a dengan sungguh-sungguh Allah pasti mendengar do'a kita dan emgnabulkannya.
  2. Saat SMA juga, saya memiliki keinginan untuk memiliki sebuah komputer di rumah. Maklum anak SMA kebutuhan akan komputer sangat dibutuhkan untuk membuat makalah. Dan Alhamdulillah, tabungan dan uang hasil juara Olimpiade komputer cukup untuk memiliki sebuah komputer. Memang saya beli second dengan harga Rp 1.500.000,- dengan bapak Safwan. Komputernya sekarang juga masih Ada.
  3. Saat di bangku kuliah di Program Studi Keperawatan Kota Langsa saya ingin memliki sebuah laptop. Saya melihat orang bermain laptop, seru tertawa-tawa dan itu yang membuat saya ingin memilikinya disamping kebutuhan untuk penunjang dalam belajar di kampus. Saya pernah membicarakannya dengan Abang dan Mama. Mereka bilang akan di usahakan. Karena prestasi saya di kampus cemerlang dan memliki IP di atas rata-rata, saya terpilih mendapatkan beasiswa dari pemprov Aceh. Alhamdulillah, saya mendapatkan beasiswa Rp 7.500.000 selama 2 kali. Alhamdulillah uang nya  untuk kebutuhan belajar di kampus dan juga beli Laptop (Baru dgn harga Rp 4.500.000) dan sebuah sepeda motor (*Alhamdulillah second Rp 4.300.000). Alhamdulillah laptop dan sepeda motor itu selalu menemani saya dan membantu saya dalam melejitkan bakat diri.
Ini semua berkat usaha, doa, dan ikhtiar kita. Dan pastinya karena Allah ridho. Terima Kasih ya Allah  atas nikmat yang engkau berikan kepadaku. Allah, saya memiliki jutaan Impian lagi yang insyallah akan saya tulis dan saya tempel di dinding kamar saya. Birkan mereka menertawakan. Dan Saya yakin Engkau di hatiku Allah.



Amir Sang Pemimpi

My Room
19.06 28052013